LINGKUNGAN ST CLARA, GEREJA SANTO AGUSTINUS KARAWACI TANGERANG

Senin, 08 Juli 2019

Kepala Bekraf dan Rich Brian Kenalkan Indonesia Rising Pada Presiden Jokowi











Kepala Bekraf (kanan) dan Rich Brian (kiri) bertemu awak media selepas bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor, Minggu, (7/7/2019). BPMI, Setpres



Bogor, Kepala Bekraf Triawan Munaf dan Brian Imanuel Soewarno, atau lebih dikenal Rich Brian mengenalkan Indonesia Rising pada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/7/2019). "Brian ini melambangkan untuk kita sebagai seorang anak muda yang berani merambah dunia dengan kariernya sendiri," ujar Kepala Bekraf, Triawan Munaf, dalam kesempatan yang sama.

Prestasi Brian tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi tersendiri bagi para muda-mudi Indonesia lainnya untuk dapat berkarir di ranah global.

Berkaitan dengan itu, Bekraf mengenalkan Indonesia Creative Incorporated (ICINC) yang bertujuan mempromosikan dan membina talenta kreatif Indonesia ke pasar domestik sekaligus internasional. ICINC lewat program "Indonesia Rising”, merupakan kolaborasi Bekraf dengan 88rising yang bertujuan untuk membantu solois baru berbakat Indonesia masuk ke ekosistem musik global. Total dari 536 pendaftar, dipilih top 5 yang akan berangkat ke Los Angeles untuk mengikuti talent development.

"Kita sekarang sudah ada program ICINC (Indonesia Creative Incorporated) dengan tema 'Indonesia Rising', membawa 5 orang artis Indonesia yang dikurasi dari 500 artis Indonesia," ucap Triawan. Triawan memohon doa dan dukungan agar nantinya ada artis-artis Indonesia yang mendunia dengan karakter, kekuatan, dan perjuangannya sendiri seperti Brian.

Brian juga datang bersama dengan keluarganya. Wishnutama tampak mendampingi Kepala Bekraf dan Rich Brian. Mereka tampak duduk semeja dengan Presiden dan membicarakan sejumlah hal, utamanya mengenai karier Brian dan industri musik Tanah Air. "Tadi ngobrolin tentang musik dan album saya berikutnya. Ini pertama kali masuk Istana, pertama kali ketemu Pak Jokowi juga," kata Brian selepas pertemuan.

Pria kelahiran 3 September 1999 tersebut diketahui menorehkan rekor sebagai artis Asia pertama yang mampu memuncaki tangga album iTunes untuk musik hip hop. Brian juga pernah masuk ke dalam daftar tahunan bertajuk "Forbes 30 Under 30: 2018" yang merupakan apresiasi atas pencapaian karier mereka dan pengaruhnya bagi sekitar. (Diolah dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Selasa, 20 Desember 2011

Petrus Kanisius, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja

Tidak banyak orang dianugerahi karisma yang begitu besar seperti Petrus Kanisius. Karismanya terletak pada pandangannya yang meluncur jauh ke depan, menguak dan menyingkapkan kebutuhan zaman dan Gereja sepanjang masa terutama di bidang pendidikan dan penerbitan. Ia lahir di Nijmegen, negeri Belanda pada tanggal 8 Mei 1521. Pada waktu itu Nijmegen merupakan bagian dari Keuskupan Agung Koln yang masih di bawah pengawasan Jerman. Petrus adalah putera sulung bapak Yakob Kanis, pengasuh putera-puteri bangsawan Lorranine dan walikota Nijmegen. Karena kecerdasan otaknya maka sudah sejak umur 15 tahun ia belajar di Universitas Koln. Pada umur 19 tahun, ia masuk Serikat Yesus. Semasa hidupnya ia menyaksikan pergolakan hebat di dalam Gereja, yaitu perpecahan di antara umat Kristen yang disebabkan Protestantisme.
Kesucian dan kariernya sangat kuat dipengaruhi oleh Petrus Faber dan Ignasius Loyola. Ia. bertemu dengan Petrus Faber dalam sebuah retret. Sedangkan pengaruh dari Ignasius Loyola didapatnya karena selama 6 bulan di Roma, dia tinggal bersama Ignasius. Ia ikut ambil bagian dalam mendirikan rumah biara Yesuit di Koln, tempat ia menjalani masa novisiatnya. Pada tahun 1546 ia ditahbiskan imam. Dalam waktu singkat ia segera terkenal sebagai seorang pengkotbah ulung. Pada waktu Konsili Trente, ia terpilih sebagai peserta dari kalangan ahli teologi. Pada tahun 1548 ia mengajar retorika di sebuah kolese Yesuit di Messina; dari Messina ia pindah ke Winna untuk tugas yang sama. Lewat kotbah dan pengajaran agamanya yang mengagumkan, ia menanamkan pengaruhnya yang sangat besar di semua kalangan, sehingga membuat iri pihak protestan. Ia mengatakan bahwa cara terbaik untuk menyebarkan iman ialah dengan doa dan kerja keras bukan dengan mencemoohi agama lain. Tiga kali ia ditawari jabatan uskup oleh raja tetapi ia menolaknya. Baru pada tahun 1557 ia ditunjuk oleh Ignasius menjadi administrator pada takhta keuskupan yang sedang kosong. Di masa itu ia banyak menulis buku-buku pelajaran agama (katekismus), mendirikan sekolah dasar, kolose dan seminari. Dengan tekun dan rajin ia mengajar, berkotbah dan menguatkan iman para rohaniwan yang mengalami krisis dalam menghayati panggilannya. Ia mempunyai keyakinan bahwa berkarya di tanah airnya sendiri tidak kalah dengan bertugas sebagai misionaris di tanah asing. Pandangannya jauh ke depan; maka di samping pendidikan, ia juga memelopori karya penerbitan buku-buku. Ia meninggal dunia pada tanggal 21 Desember 1597 dalam usia 78 tahun ketika sedang bertugas di Fribourg, Switzerland. Oleh Paus Pius XI (1922-1939), ia digelari 'Santo' dan 'Pujangga Gereja', dan dianggap sebagai Rasul Jerman Kedua.(imankatolik.org)

Senin, 19 Desember 2011

Patung Bunda Maria Dirusak di Jawa Tengah


Kepolisian didesak untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku pengrusakan patung Bunda Maria di sebuah biara katolik Karanganyar, Jawa Tengah. Pastor Benny Susetyo dari Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa seseorang yang tidak dikenal telah 'memenggal' kepala patung Bunda Maria di Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya, Tawangmangu.
Pengrusakan diduga terjadi pada Rabu (14/12) malam namun baru diketahui keesokan harinya. "Pak RW mengantar seseorang yang diduga peziarah dan paginya baru ditemukan pemenggalan patung itu,” kata Benny.
Penggalan kepala patung Bunda Maria belum ditemukan. Pelaku juga diduga mencuri beberapa benda suci milik biara. "Kita ketakutannya karena ini menjelang Natal sehingga kami ingin. aparat segera mengungkap [kasus ini] dan hukum ditegakkan agar tidak terjadi isu-isu berkembang dan membuat suasana yang baik menjadi ternodai, ini pelecehan kepercayaan iman… ini adalah kekerasan dan pelakunya harus ditindak hukum,” kata Benny.
Ia memastikan hubungan antara gereja dengan masyarakat setempat terjalin dengan sangat baik dan tidak pernah ada konflik. "Selama ini masyarakat memberi dukungan terhadap biara Bunda Maria di situ," ujarnya.
Saat ini masyarakat melakukan penjagaan terhadap gereja. "Ini menunjukkan adanya relasi yang baik antara gereja dengan warga," kata Benny.
Benny menyebut kejadian ini sebagai provokasi menjelang hari raya Natal dan meminta kepolisian untuk segera menuntaskan penyelidikan. "Kejadian ini melukai hati nurani, ini kan pelecehan terhadap simbol simbol agama," kata Benny.
Ia mengatakan para pemuka gereja sudah menyampaikan himbauan kepada umat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi.(gun/BBC Indonesia)

Senin, 12 Desember 2011

Resep Bahagia? Banyak-banyaklah Bersyukur



Bersyukur bisa membuat kita bahagia dan lebih menghargai hidup. Kamis, 24 November adalah Thanksgiving Day atau Hari Bersyukur di Amerika, hari yang khusus diluangkan untuk bersantap dan bersyukur. VOA turun ke jalan-jalan di kota New York baru-baru ini dan menanyakan kepada warga apa yang mereka syukuri pada hari Thanksgiving.
Warga Amerika merayakan Hari Bersyukur dengan menyantap hidangan berupa kalkun panggang dan makanan-makanan pendampingnya. Pada suatu hari yang hangat di Lapangan Foley Manhattan, Mone dan dua puterinya sedang bersiap-siap menyambut Hari Bersyukur dengan memasak dan mengucapkan rasa syukur. “Saya bersyukur karena untuk pertama kalinya bisa memasak untuk disantap dengan keluarga.”
Seorang tuna wisma bernama Vincent berterima kasih akan kebaikan orang lain kepadanya. “Saya sedang mengalami krisis dan tidak punya tempat tinggal. Namun, banyak 'malaikat' yang bersedia membantu saya: ada supir bus yang memberi saya tumpangan gratis dan orang-orang yang memberi makanan. Saya mampu bertahan dengan bantuan mereka.”
Ronald, yang bekerja di sebuah rumah singgah, mengucap syukur akan kesehatannya. “Saya berterima kasih kepada dokter karena operasi tulang belakang saya sukses.” Tidak jauh dari Ronald, ada pengendara sepeda bernama Mike yang juga ingin mensyukuri kehidupannya. “Saya hanya bersyukur karena memiliki pekerjaan. Saya punya sedikit uang dan bisa melakukan apa saja yang saya mau.”
Seorang perempuan bernama Charles mengungkapkan rasa syukurnya dengan cara religius. “Saya bersyukur akan kehidupan, kekuatan, berkat dari Tuhan, pekerjaan yang saya miliki. Saya bisa membiayai hidup dan semoga bisa membantu orang lain yang kurang beruntung. Bagi saya setiap hari adalah Hari Bersyukur.” Nah, bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda bersyukur hari ini? (sumber: VOA)

Melaksanakan: Renungan Selasa, 13 Desember 2011



Pekan Adven III, Pw St Lusia, Perawan dan Martir; St Odilia; Zef 3:1-2,9-13; Mzm 24; Mat 21:28-32

HIDUPKATOLIK.com - Dalam perumpamaan kali ini Yesus membandingkan dua anak laki-laki yang diperintah ayahnya untuk pergi dan bekerja di kebun anggur. Teks ini istimewa karena ada lebih dari satu versi yang beredar. Versi pertama yang terdapat dalam kebanyakan Alkitab kita mengatakan bahwa ketika si sulung yang diperintah ayahnya, ia mengiyakan tetapi tidak pergi. Sementara anak yang kedua menolak perintah ayahnya, tetapi kemudian ia menyesal dan pergi.

Tetapi, beredar juga teks lain – dalam Alkitab versi revisi 1997 -- si anak sulung menolak perintah Tuhan, tetapi kemudian ia menyesal dan pergi; sementara anak kedua mengiyakan tetapi tidak berangkat.

Sulit menentukan teks mana yang asli. Yang jelas, teks yang akan dipilih tentu saja akan mempengaruhi penafsiran. Untuk kepentingan kita, kita ikuti saja teks yang sesuai dengan Lectionarium kita. Anak yang melaksanakan kehendak Bapa adalah anak kedua.

Dari perbandingan ini, yang paling penting adalah melaksanakan. Bagaimana sikap sebelumnya rasanya tidak begitu penting. Yang penting, bahwa akhirnya ada pelaksanaan. Orang bisa saja berteori, tetapi tidak melaksanakan apa-apa.

Lalu? Daripada berbicara tentang orang lain, sebaiknya bertanya saja pada diri sendiri: apakah melaksanakan kehendak Tuhan sudah menjadi prioritas hidup kita?

V. Indra Sanjaya Pr